Perundungan atau Bullying merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau kelompok yang kuat atau berkuasa kepada orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Terjadi banyak tindak Bullying terutama terjadi dalam konteks di Rumah, Tempat Kerja, Masyarakat, Komunitas Virtual dan Sekolah. Dalam konteks kali ini kami akan membahas Bullying yang terjadi di sekolah. Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28B ayat (2) menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Pada Tahun 2022, SMK Negeri 2 Negara pada hari Kamis, 10 Oktober 2022 melaksanakan kegiatan Penandatanganan Petisi Gerakan ANTI BULLYING atau PERUNDUNGAN yang diikuti oleh seluruh warga sekolah.

#Ciri-ciri Bullying

Adapun ciri dari korban tindakan bullying antara lain :

  1. Jarang bergaul
  2. Emosi mudah berubah
  3. Ada luka atau gejala fisik mencurigakan
  4. Kehilangan selera makan
  5. Perubahan pola tidur
  6. kehilangan munat pada aktivitas yang disukai

#School Bullying (Perundungan di sekolah)

Kasus bullying dapat terjadi pada siapa saja, baik pelaku maupun korban perundungan tidak menyadari bahwa perlakuan yang diberikan maupun diterima di lingkungan manapun termasuk sekolah merupakan bentuk dari bullying.

Oleh karena itu peran dari Pendidik maupun Warga Sekolah sebisa mungkin dapat mengenali macam-macam bullying supaya dapat memberikan edukasi kepada siswa dan juga orang tua.

Maka dari itu diharapkan peran semua pihak dapat mencegah terjadinya kasus bullying atau perundungan.

#Jenis-Jenis Bullying

Ada berbagai bentuk bullying yang terjadi di lingkungan sekolah.

1. Verball Bullying/ Perundungan Verbal

Jenis bullying verbal sering kali tanpa sadar dilakukan. Banyak pelaku perundungan berdalih bahwa mereka sedang melontarkan lelucon atau candaan dan pelaku melabeli korban baperan jika merasa tersinggung dengan kalimat atau perkataan tidak menyenangkan yang mereka ucapkan. Perundungan verbal biasanya mengucapkan kata kata kasar atau ejekan yang ditujukan kepada korbannya.

Perundungan biasanya ditujukan pada anak yang fisik, penampilan, sifat atau latar belakang sosialnya berbeda dari anak-anak lainnya. Biasanya bullying ini ditujukan pada anak yang gemuk, canggung atau prestasi di sekolahnya kurang.

Korban biasanya mengalami perubahan dari sikap seperti tidak minat makan, pendiam, tidak percaya diri dan biasanya mudah tersinggung. Pendidik dan Warga sekolah yang mendengar siswa berkata kasar dan membuat lelucon yang tidak pantas, menertawakan temannya. Hal seperti itu perlu segera diatasi, karena nantinya dapat menjadi bibit-bibit bullying

2. Physical Bullying/ Perundungan Fisik

Bullying jenis ini dapat meninggalkan bekas yang mudah terlihat. Korban akan menerima berbagai perlakuan fisik yang kasar mulai dari menghalangi korban, menyandung, mendorong, memukul, menjambak, hingga melempari dengan benda-benda. Biasanya anak yang menjadi korban dari bullying tidak mau mengakui bahwa dirinya ditindas secara fisik karena korban takut akan dianggap tukang mengadu atau kemungkinan korban diancam oleh pelaku untuk tidak mengadu atau melaporkan tindak bullying.

Korban sendiri mempunyai ciri yang perlu diperhatikan diantaranya adalah bersifat emosional/temperamental dan kurang berempati dengan lingkungan sekitar atau cenderung menutup diri. Siswa yang menjadi korban sering menunjukan ketakutan setiap berangkat sekolah dan juga korban biasanya malas untuk kesekolah karena korban takut bertemu dengan pelaku.

Pendidik harus lebih waspada ketika siswa terlihat sedang melakukan kekerasan terhadap korban. Atau pendidik dan orang tua memberikan contoh yang membuat siswa menjadi pelaku bullying dan jangan sampai membiarkan tindakan bullying terjadi di sekolah.

3. Social Bullying/ Perundungan Sosial

Social Bullying termasuk jenis bullying yang perlu kita waspadai, karena dampak yang diterima korban sangat menakutkan. Contoh dari social bullying antara lain pengucilan atau intimidasi tidak langsung yang dilakukan secara berkelompok terhadap seseorang.

Hal ini banyak sekali dicontohkan dalam film-film remaja untuk membuat mereka menyadari bahaya social bullying. Korban perundungan sosial biasanya akan mengalami kesulitan dalam berteman dan sering menyendiri

Hal ini dapat terjadi karena korban pernah melakukan tindakan yang tidak disukai teman-temannya, memiliki kelebihan menonjol sehingga pelaku merasa iri atau memang memiliki kesulitan berinteraksi dengan orang lain.

Jika di sekolah terdapat perundungan seperti ini, pendidik harus secepatnya mengatasi dan tidak membiarkan perundungan sosial terjadi sampai berlarut-larut karena bisa berdampak pada masa depan korban. Kenapa? Karena takutnya korban akan menjadi terbiasa menutup diri dan rentan mengalami depresi

4. Cyber Bullying/ Perundungan Siber

Perundungan ini merupakan sebuah perilaku agresif yang dilakukan secara berulang-ulang dari waktu ke waktu serta dilakukan seseorang yang melecehkan ataupun merendahkan seseorang. Perundungan jenis ini dilakukan melalui SMS, E-Mail, Blog, Media Sosial, Whatshapp, atau halaman website yang digunakan untuk mengganggu, mempermalukan maupun mengintimidasi seseorang.

Cyberbullying kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja yang dilakukan lewat media sosial. Cyberbullying dapat merusak nama baik semua orang yang terlibat dan tidak hanya korban akan tetapi juga pelaku bullying juga akan terkena dampaknya

5. Sexual Bullying/ Perundungan Seksual

Sexual harassment atau pelecehan seksual juga dapat dikategorikan sebagai bullying karena pelakunya memiliki motif tendensi negatif. Dewasa ini, makin banyak kasus-kasus pelecehan sexsual yang menimpa anak-anak. Pendidik maupun Orang tua harus memberikan pendidikan seks dasar pada anak sesuai dengan usia mereka. Ajarkan pada mereka untuk menjaga diri atau mengenali bagian tubuh mana yang boleh dan tidak disentuh orang lain, dan jangan biarkan orang asing menyentuh tubuh anak.

Sumber : https://maimelajah.com/apa-itu-perundungan-bullying/

Leave a Comment