Jembrana, Senin 1 Desember 2025, mentari pagi menyapa lembut lapangan hijau SMKN 2 Negara. Udara segar berpadu dengan aura khidmat yang terpancar dari setiap barisan. Bukan siswa-siswi yang berbaris rapih, melainkan para pahlawan di balik layar pendidikan: Bapak/Ibu Guru dan Pegawai SMKN 2 Negara. Mereka, dengan seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang gagah, menjadi pelaku utama dalam upacara istimewa memperingati HUT KORPRI ke-54.
Sejak pukul 07.00, lapangan sekolah yang biasanya ramai dengan celoteh pelajar, berubah menjadi panggung sejarah yang hening dan penuh makna. Setiap langkah petugas upacara—yang semuanya berasal dari jajaran guru dan staf sekolah sendiri—terukur penuh wibawa. Mereka adalah insan pendidikan yang sehari-hari menggenggam kapur dan mengurus administrasi, namun pagi itu, mereka menyandang tugas mulia sebagai pengibar bendera, pemimpin upacara, pembaca pembukaan UUD, hingga komandan pasukan.
Suara lantang Pembina Upacara, yang tak lain adalah Kepala SMKN 2 Negara, menggema di pelataran. Pesannya bukan sekadar seremonial, melainkan renungan mendalam tentang perjalanan 54 tahun KORPRI. “Di tangan kitalah, abdi negara di sektor pendidikan, amanah untuk mencetak generasi unggul Indonesia berada. Setiap pelajaran yang diberikan, setiap administrasi yang tertata rapi, adalah bentuk nyata pengabdian kita pada negeri,” ucapnya, menyentuh relung hati setiap insan KORPRI yang hadir.
Momen paling mengharukan adalah saat Pengibaran Bendera Merah Putih. Pasukan pengibar, terdiri dari guru-guru yang biasa berdiri di depan kelas, melangkah dengan tegas. Sang Saka Merah Putih berkibar perlahan, ditiup angin sepoi-sepoi, bagai metafora perjalanan pengabdian yang tak pernah putus meski diterpa zaman. Sorot mata mereka berkaca-kaca, penuh kebanggaan akan seragam yang melekat di dada.
Upacara ini unik dan sarat simbol. Pelaksana upacara dari internal sekolah menunjukkan bahwa semangat KORPRI hidup dalam setiap individu, tanpa batas fungsi. Guru-guru yang cekatan, sekarang sebagai petugas upacara. Staf TU yang biasa menghitung dana, berperan sebagai anggota pasukan yang disiplin. Ini adalah cerminan bahwa setiap peran, besar maupun kecil, adalah kunci dalam mesin pengabdian negara.
Acara ditutup dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Mars KORPRI dengan penuh semangat. Suara mereka—yang mungkin tak sesering siswa menyanyi—justru terdengar lebih dalam, mengalir dari pengalaman panjang mengabdi.
Peringatan HUT KORPRI ke-54 di SMKN 2 Negara bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah penegasan kembali ikrar, penyegaran semangat, dan persatuan kolaboratif di antara para abdi negara di dunia pendidikan. Di atas lapangan yang sama tempat mereka mendidik calon-calon pemimpin bangsa, mereka mengingatkan diri sendiri: bahwa sebelum mencetak generasi emas, mereka sendiri adalah pilar negara yang harus tetap kokoh, loyal, dan adaptif.
54 tahun KORPRI. 54 tahun pengabdian. Dan di SMKN 2 Negara, api semangat itu terus menyala—dinyalakan oleh para guru dan pegawai yang, pagi itu, membuktikan bahwa mereka tidak hanya hebat mengajar, tetapi juga layak menjadi teladan dalam setiap sikap dan pengabdian pada Indonesia.
Dirgahayu KORPRI ke-54! Abdi Negara, Teguh di Hati, Mengabdi untuk Negeri.
Link Album Foto: https://photos.app.goo.gl/Q56UwbUuhVQo6Suz9