Perlunya Revitalisasi untuk  meningkatkan kualitas SDM, tertuang dalam Inpres No.9 Th.2016. Presiden menginstruksikan perombakan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi, dan pemerintah harus melakukan reorientasi pendidikan dan pelatihan vokasi kearah Deman driven.  Inpres tersebut menugaskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat peta dan pengembangan SMK, untuk menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai pengguna lulusan (link and match.

Menyambut MEA Tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil salah satu di antaranya dilahirkan dari pendidikan dan pelatihan vokasi yang bermutu dan relevan dengan tuntutan dunia usaha dan industri (DUDI) yang terus menerus berkembang. Dari, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, proporsi pengangguran terbesar adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 9,84 persen. Menurut prediksi, pada tahun 2040 Indonesia akan memiliki 195 juta penduduk usia produktif; dan 60 persen penduduk usia muda di tahun 2045 yang harus dikelola dengan baik agar menjadi bonus demografi demi terwujudnya Indonesia Emas pada 100 tahun kemerdekaan. Melatarbelakangi hal tersebut, Presiden berpesan agar pemerintah fokus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas sehingga Indonesia bisa melakukan lompatan kemajuan dan mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lain.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Pusat PPPPTK BOE Malang membuka secara resmi sekaligus memberikan pengarahan, kegiatan Revitalisasi SMK, Selasa,12/12/2017 di Aula PPPPTK BOE Malang dihadiri para Alumni D3 PPPPTK BOE -VEDC Malang, “Salam Satu Jiwa, Ikatan Komunitas Alumni D3 VEDC Malang” sambut Dr.Sumarno pada peserta Lokakarya, Beliau menegaskan bahwa ada  empat poin yang menjadi fokus revitalisasi Sekolah Mengengah Kejuruan (SMK). Keempat poin tersebut melingkupi revitalisasi kurikulum, pendidik & tenaga kependidikan, kerjasama dan lulusan.

Kegiatan ini direncanakan selama 3 hari mulai 12-14 Desember 2017  setara 30 jam pelajaran dengan model lokakarya  paparan dan diskusi kelompok untuk menyamakan persepsi konsep dan detail teknisi implementasi inpres no.9 Th.2016.

Diharapkan dengan kegiatan ini peserta lokakarya dapat merumuskan strategi implementasi revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Peserta merupakan praktisi pendidikan yang dinilai memiliki pengalaman dan potensi terbaik untuk mendapatkan tugas sesuai dengan kompetensinya.

Adapun materi disampaikan beberapa narasumber antara lain, Materi Implementasi kurikulum disampaikan Ir Ananto Kusuma Seta, Ph.D, sedang untuk Pengembagan Kerjasama SMK-DU/DI Tingkat ASEAN disampaikan oleh Dr. Abi Sujak, Msc, dilanjutkan Panel wawasan Skill Kompetitif Tingkat Global (Word Skill bidang Otomotif, Listrik dan Elektronika, Konstruksi dan Mekanikal dan Best Pratice Pengelolaan SMK , Dispol Perumusan Strategi Implementasi Revitalisasi SMK disampaikan oleh para pakar Widyaiswara dilingkungan PPPPTK BOE Malang dan ditutup pada hari ke tiga dari dunia industri dengan topik Teknologi Industri Terkini (Herman Industrie).(hmy) 

Sumber: vedcmalang.com